Respon Pertumbuhan Tanaman Terong Ungu (Solanum melongena L.) terhadap Aplikasi Pupuk Organik Cair Berbahan Kulit Buah Sukun (Artocarpus altilis (Parkinson) Fosberg)
Respon Pertumbuhan Tanaman Terong Ungu (Solanum melongena L.) terhadap Aplikasi Pupuk Organik Cair Berbahan Kulit Buah Sukun (Artocarpus altilis (Parkinson) Fosberg)
Where did the research take place?
The study site has not been established. Author addresses may differ from where the research occurred.
A plain-language reading has not been prepared for this paper yet.
Original abstract
Penggunaan pupuk kimia secara berlebihan dapat menurunkan kualitas tanah dan mencemari lingkungan sehingga diperlukan alternatif pupuk yang lebih ramah lingkungan, salah satunya pupuk organik cair (POC) berbahan limbah kulit buah sukun (Artocarpus altilis (Parkinson) Fosberg). Tanaman terung ungu (Solanum melongena L.) merupakan komoditas hortikultura yang memerlukan ketersediaan unsur hara yang cukup untuk mendukung pertumbuhan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian POC kulit buah sukun terhadap pertumbuhan tanaman terung ungu serta menentukan konsentrasi POC yang paling efektif. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Botani, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung pada Desember 2025–Januari 2026. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor berupa konsentrasi POC kulit buah sukun yang terdiri atas enam taraf, yaitu 0, 20, 40, 60, 80, dan 100 mL/L dengan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat basah, berat kering, dan kandungan klorofil. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada taraf nyata 5% dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC kulit buah sukun berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, luas daun, berat basah, dan berat kering, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan kandungan klorofil. Perlakuan P5 (100 mL/L) merupakan konsentrasi terbaik karena menghasilkan pertumbuhan tertinggi, dengan tinggi tanaman sebesar 10,5 cm, luas daun 9,2 cm², berat basah 9,320 g, dan berat kering 1,528 g. Dengan demikian, POC kulit buah sukun berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk organik ramah lingkungan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman terung ungu.