RESEARCH / DISCOVERY
← Back to the library

Penerapan Metode Deep Pharyngeal Neuromuscular Stimulation (DPNS) Terhadap Klien Disfagia Usia 64 Tahun

Penerapan Metode Deep Pharyngeal Neuromuscular Stimulation (DPNS) Terhadap Klien Disfagia Usia 64 Tahun

Read the original publication

Where did the research take place?

The study site has not been established. Author addresses may differ from where the research occurred.

Explore research worldwide

A plain-language reading has not been prepared for this paper yet.

Original abstract

Disfagia merupakan sindrom pada geriatri mempengaruhi 10% hingga 33% orang dewasa yang lebih tua, umumnya terlihat pada orang dewasa yang lebih tua yang pernah mengalami stroke atau penyakit neurogeneratif seperti penyakit Alzheimer atau Parkinson. Gangguan pada disfagia dapat menyebabkan malnutrisi terutama juga sebagai konsekuensi apabila NGT digunakan secara terus-menerus akan menimbulkan permasalahan lain. Temuan menunjukkan NGT dapat berdampak negatif pada fungsi menelan pada satu atau lebih parameter menelan, dengan tahap faring  tampak paling terkena dampaknya. Latar Belakang: dalam penelitian ini adalah klien mengalami kondisi stroke, dua bulan kemudian klien mengalami kesulitan menelan sehingga klien menggunakan NGT (Nasogastric Tube) untuk memenuhi makan sehari-hari. Agar klien tidak tergantung dengan NGT maka penulis perlu melakukan latihan menelan dengan metode tertentu agar mampu menelan melalui oral. Tujuan: Dalam Penulisan ini adalah mengetahui bagaimana penerapan Metode Deep Pharyngeal Neuromuscular terhadap klien disfagia usia 64 tahun terhadap kemampuan menelan melalui tahapan pada oral dengan kondisi stroke. Metode: metode yang digunakan dalam penulisan ini menggunakan studi kasus deskriptif yaitu peneliti menguraikan secara terperinci bagaimana terapi yang dilakukan terhadap satu atau dua orang klien. Dalam penelitian ini hanya menggunakan satu klien dengan kondisi stroke usia 64 tahun. Metode penelitian kualitatif berupaya menyajikan gambaran yang teratur, sesuai kenyataan, dan mendalam terkait suatu fenomena individu dalam  kondisi tertentu. Hasil: Adanya wabah COVID-19 penelitian ini dihentikan, sehingga semula direncanakan pertemuan sebanyak 10-11 kali pertemuan, hanya dilakukan 4 kali pertemuan. Klien hanya mampu meningkatkan repetisi menelan saliva semula 3 kali menjadi 5 kali repetisi.

Explore another example or bring your own paper

Pasted text and PDF extraction stay on this computer. The local guide explains terms and surfaces passages; rewriting requires a configured local model. Scanned PDFs need OCR first.

RECORD & PROVENANCE